• Randall Walsh posted an update 4 months, 4 weeks ago

    Jika kita berbicara soal petunjuk di Indonesia, member bisa melihat dibanding masa lalu tonton perjalanan sejarah pendidikan di Indonesia nun penuh perjuangan sampai sampai saat ini. Pra adanya pendidikan konvensional seperti sekarang, pendidikan Indonesia sudah berpikir di kalangan komunitas tertentu berbasis spiritual karena menyangkut kepercayaan kebanyakan masyarakat. Walaupun demikian, saat modernisasi start membawa arah petunjuk oleh para imigran dari luar nun membawa pengetahuan trendi. Namun secara biasa di masa kolonial masyarakat kita menyebrangi diskriminasi pendidikan segar. Karena itu, untuk warga kolonial, bumiputra dianggap kelas nista.

    Kita bisa melihat perjalanan sejarah petunjuk ini dimulai dalam masa kolonisasi dalam masa Portugis pada susul bangsa Spanyol yang datang di bumi Nusantara secara beberapa misi. Selain misi untuk berdagang pada mulanya, mereka juga mempunyai misi untuk menyebarkan pandangan atau agama mayoritas bangsa Eropa semasa yaitu Nasrani. Khilaf seorang misionaris bernama Franciscus Xaverius berpendapat bahwa untuk menyebarkan luaskan agama mereka di tanah nusantara saat itu, sekolah-sekolah harus didirikan. Lantas pada tahun 1536 didirikanlah sekolah secara basis agama guna anak-anak orang dengan terkemuka.

    Seiring berakhirnya kekuasaan Portugis serta Spanyol di nusantara, bangsa Belanda sederajat salah satu bangsa Eropa yang menyebar ke seluruh dunia juga ikut andil di sejarah pendidikan dalam Indonesia. Mereka penghujung mendirikan sekolah-sekolah nun paling banyak di kira-kira Maluku untuk menyerukan pengaruhnya serta menggantikan agama yang disebarluaskan oleh Portugis & Spanyol. Di sekolah-sekolah tersebut para murid diajarkan membaca, menurun, serta beribadah dengan diajarkan oleh guru dari orang Belanda. Meskipun demikian basis maktab dengan agama bukan sama baik dgn yang ada pada Maluku.
    rifqi sekolah dalam Jakarta didirikan buat menghasilkan tenaga-tenaga pemerintahan.

    Pada abad di 20 puluh petunjuk di Indonesia sudah meluas dengan adanya sekolah-sekolah yang di masa depan menjadi cikal bakal universitas-universitas ternama Indonesia seperti UI dan ITB. Tapi masih terbatas cuma untuk kalangan priyai saja. Adanya diskriminasi dalam aspek termasuk pendidikan, menimbulkan para pemikir-pemikir dari kalangan pribumi keluar maktab Belanda untuk menentang ketidakadilan. Banyak tokoh-tokoh pemikir masa perjuangan yang berjuang dgn cara masing-masing termasuk memajukan pendidikan sebagaimana Ki Hajar Dewantara di Jogjakarta. Kacung itu berlanjut terlintas masa penjajahan dengan singkat sampai ketuanan.

    Upaya pendidikan dalam masa pemerintahan pasca kemerdekaan terus dikerjakan oleh tiap era pemerintahan. Seperti menjelmakan sekolah-sekolah Belanda sebagai Universitas yang tetap eksis sebagai lokasi berkumpulnya para filsuf dan cendekiawan lalu hari ini. Histori pendidikan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari pengaruh famili koloni dalam pendirian sekolah-sekolah meskipun masih adanya diskriminasi. Hingga saat ini berbagai upaya masih terus dilakukan pemerintah dan pihak terkait untuk membenarkan kualitas pendidikan Nusantara.